Skip to main content

Aku hanya rindu, kamu.

Untuk seseorang yang dahulu singgah, aku sangat menghargai kehidupan barumu. Meskipun kau tak akan peduli dengan itu. Saat menulis pesan ini aku pun ragu, entah akan ku lanjutkan atau tidak. 
Jika suatu pagi kamu melihat pesan dari ku, itu artinya aku melanjutkan menulis pesan ini.

Untuk seseorang yang dahulu singgah, saat kau membaca pesan ini mungkin kau bertanya-tanya untuk apa aku kembali menulis pesan untuk mu dan kembali mengingat masa lalu bersamamu, benar bukan?
Jika saat ini kamu berpikir aku ingin mencuri perhatian mu, itu salah
Jika kamu mengira aku hanya ingin mendramatisir keadaan, itu pun tidak.
Aku menulis pesan ini, hanya karena rindu.

Tak pernahkan kamu merasa rindu?
Ku harap kamu sempat merindukanku walau hanya semalam
setidaknya kamu ingat bagaimana aku tertawa lalu menangis dan kembali tertawa
setidaknya kamu ingat usaha-usahamu untuk membujukku kembali tersenyum.
Aku masih ingat betapa lucunya saat pertama kali aku melihatmu tepat di depan rumahku. kita terlihat canggung tapi setelah itu kita tersenyum.
Aku pun ingat betapa marah nya kamu ketika aku melakukan kesalahan di hadapanmu.
dan saat ini, itu lucu untukku.

Untuk seseorang yang dahulu singgah, maaf aku sempat membuatmu muak dengan sikap kekanak-kanakan ku, yang sering mengeluh dan sering mendrama dengan semua masalah.
Namun, kamu selalu mengingatkanku.
Aku tau, aku salah
tapi siapa yang peduli saat itu. 
yang aku tau, cinta begitu menyakitkan saat kamu benar-benar pergi.
dan aku tidak ingin menyalahkan siapapun karena untuk masalah perasaan semua orang ingin benar

Untuk seseorang yang dahulu singgah, 
terima kasih telah datang lalu pergi
telah memulai lalu mengakhiri.
terima kasih telah mengobati luka dan membuat luka baru kembali.

Jika memang suatu saat kita harus bertemu lagi, bisakah kita tidak membicarakan tentang sesuatu yang pernah membentang di antara kita dulu?
tidak saling menyombongkan siapa yang sekarang jauh lebih bahagia
tidak saling berlomba siapa yang menemukan penyembuh luka lebih dulu
karena aku ingin mengenalmu lagi seperti tidak pernah ada kita sebelumnya.

Dan untuk yang terakhir, malam ini aku hanya rindu.
Salam,

Amrr

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aku kecewa.

Aku kehilangan arti dari kata bersama, Nyatanya itu hanya pemanis agar aku tak berteman sepi. Lantas saat aku membutuhkanmu justru kau tiada. Nampaknya itu tak adil. Seharusnya kau dan aku saja sudah cukup Karena kita hanya saling menyakiti bukannya saling memahami. Salam, Amr

Untuk mu,ini pesanku. .

Ditinggal berkali-kali aku sudah biasa. Tanpa pesan pun aku sudah pernah. Kutahu kau lelah, ingin-ku kau sepertiku, tak kenal menyerah. Usahaku kau lihat, kau rasakan. Aku yakin itu. Sekalipun tetap saja kau tinggalkan aku. Tetap saja kau tak peduli denganku. Aku berusaha bertahan, bertahan bersama keadaan yang memaksa, bertahan dengan alunan waktu. Usahaku tak pernah kau gubris, sekalipun aku di dekatmu sikap mu tak akan pernah berubah. Rasamu tak pernah sehangat dulu. Senyum mu tak semanis dulu. Dan canda mu tak semenyenangkan dulu. Tapi aku tetap bertahan. Aku tau kamu bukan tak ingin searah dengan ku, tak mau berjalan denganku. Kamu hanya berjalan menyamping, sedikit menjauh dan akhirnya kita hanya berteman. Biarkan aku berjalan dalam keadaan ini, biarkan aku mengira semua yang terjadi seperti anganku. 5.12 PM

Selalu saja aku.

Itu Aku! Sering berpura-pura agar merasa tak ada apa-apa. Merasa tak ada hal yang mengganjal di dalam hati. Tapi ternyata hati nya tergores. Itu Aku! Yang mendengar kamu menyatakan sudah selesai. Tapi aku tetap mengingatmu. Aku.. Berusaha dan terus mengatakan tak mencintaimu lagi. Tapi terus saja membicarakanmu. Dan aku.. Selalu menggangap semua ini telah selesai. Tapi tetap saja ada air mata. Amn-21.36