Ku kira selama ini kamu pilihan terakhir. ku kira kamu yang selama ini aku tunggu. Tanpa pertemuan, tanpa saling menggemgam satu sama lain, tanpa harus pengakuan kamu, aku sudah jatuh cinta. Jatuh cinta pada pembicaraan pertama kita, jatuh cinta pada tatapan pertama dari telpon selulerku, jatuh cinta pada sifatmu yang seolah memiliki dua kepribadian. Hanya kamu yang bisa membuatku tertawa dan menangis diwaktu yang tak berselang lama. Namun, Akhirnya aku tau. Akhirnya aku mengerti, dan seharusnya menerima jika aku tak pernah kau anggap ada selama ini, aku yang kamu jadikan seorang teman untuk menghapus seluruh keluh kesahmu. Aku yang kamu lihat sebagai teman obrolan mu untuk menghapus rasa lelahmu. Setelah kamu selesai, kamu bisa pergi sepuasnya dan kembali esok dengan cerita baru. Untuk apa aku hadir jika aku hanya sebagai penghiburmu? Untuk apa aku hadir jika aku hanya sebagai penghapus laramu? Untuk apa aku hadir jika selama ini pikiran mu penuh dengan orang lain? Jika kedekatan kit...