Skip to main content

Takut!

Aku memulai semua ini dengan rasa takut. 
Rasa takut akan diriku sendiri bahkan kamu.
Takut yang kian hari kian terasa, 
karena aku belum terbiasa bersama tapi berjarak.
Belum terbiasa bersama tapi tak saling tatap.
Bersama tapi tak saling sapa.

Rasa takut yang kian menyeruak.
Kian meronta. 
Bahkan terus meluap.

Tapi anehnya hanya kamu yang dapat menenangkan hati.
Kamu yang bisa meredam takut,
Dan kamu yang membuat rasa percaya kian tumbuh semakin besar.
Hingga aku semakin kehilangan rasa takutku.
Akhirnya semakin tenang dan damai.

Aku yang selalu ingin membuatmu nyaman. Tapi selalu gagal
Membuatmu tersenyum. Tapi malah sebaliknya
Dan merusak semua harapan yang kau ingin dapatkan.

Hingga saatnya kini aku kembali merasakan rasa takut itu hadir.
Hadir dalam hidup ku.
Hadir dalam hatiku.
Tapi kali ini, memang benar-benar aku takut. 
Takut akan kehilangan seseorang yang selama ini terasa dekat walau berjarak.
Kehilangan orang yang selalu menyapa walau tak saling tatap.


Tenangkan hatiku. 
Ku mohon, tenangkan.
Yakin kan pula hatiku bahwa kau memang tak akan pergi.

28/Em-11.34

Comments

Popular posts from this blog

Aku kecewa.

Aku kehilangan arti dari kata bersama, Nyatanya itu hanya pemanis agar aku tak berteman sepi. Lantas saat aku membutuhkanmu justru kau tiada. Nampaknya itu tak adil. Seharusnya kau dan aku saja sudah cukup Karena kita hanya saling menyakiti bukannya saling memahami. Salam, Amr

Untuk mu,ini pesanku. .

Ditinggal berkali-kali aku sudah biasa. Tanpa pesan pun aku sudah pernah. Kutahu kau lelah, ingin-ku kau sepertiku, tak kenal menyerah. Usahaku kau lihat, kau rasakan. Aku yakin itu. Sekalipun tetap saja kau tinggalkan aku. Tetap saja kau tak peduli denganku. Aku berusaha bertahan, bertahan bersama keadaan yang memaksa, bertahan dengan alunan waktu. Usahaku tak pernah kau gubris, sekalipun aku di dekatmu sikap mu tak akan pernah berubah. Rasamu tak pernah sehangat dulu. Senyum mu tak semanis dulu. Dan canda mu tak semenyenangkan dulu. Tapi aku tetap bertahan. Aku tau kamu bukan tak ingin searah dengan ku, tak mau berjalan denganku. Kamu hanya berjalan menyamping, sedikit menjauh dan akhirnya kita hanya berteman. Biarkan aku berjalan dalam keadaan ini, biarkan aku mengira semua yang terjadi seperti anganku. 5.12 PM

Selalu saja aku.

Itu Aku! Sering berpura-pura agar merasa tak ada apa-apa. Merasa tak ada hal yang mengganjal di dalam hati. Tapi ternyata hati nya tergores. Itu Aku! Yang mendengar kamu menyatakan sudah selesai. Tapi aku tetap mengingatmu. Aku.. Berusaha dan terus mengatakan tak mencintaimu lagi. Tapi terus saja membicarakanmu. Dan aku.. Selalu menggangap semua ini telah selesai. Tapi tetap saja ada air mata. Amn-21.36