Skip to main content

Saya menyerah!

          Sejak saat itu saya mengerti dan akhirnya mulai sekarang saya tidak akan berbalik arah, tak lagi mengejar kamu yang jalan nya tak searah.
Saya sadar, mungkin kehadiran saya hanya menjadi pengganggu dihidupmu, bukan?
Seorang yang selalu menuntut kepastian dari dirimu lewat kalimat sederhana, ya kan?
Jika itu mengganggumu, saya minta maaf.
Karena memang dari kalimat sederhana itu saya mampu bercerita, menumpahkan sebagian cerita kita, kenangan kita dan tuntutan rindu akan kehangatan dirimu.
          Tapi jika itu memang menggangu, saya sekali lagi minta maaf.
Dan mulai sekarang.
Saya akan pergi, tak mengganggumu lagi dengan cara sederhana saya, tak menggantung harap pada bayangmu lagi, tak menuntut kepastian pada dirimu–yang nyatanya memang tak pernah mencintaiku.
Oh nyatanya dulu saya keliru, sangat keliru.
          Saya tidak menyerah akan keadaan, dan saya tidak putus asa terhadap dirimu.
Karena mencintai dan memperjuangkanmu memang diluar kendali akal sehat saya.
Percuma juga bukan, jika saya memperjuangkan kamu yang nyatanya memperjuangkan orang lain?
Jadi, dengan itu saya nyatakan pergi.

-8/4.21.05

Comments

Popular posts from this blog

Aku kecewa.

Aku kehilangan arti dari kata bersama, Nyatanya itu hanya pemanis agar aku tak berteman sepi. Lantas saat aku membutuhkanmu justru kau tiada. Nampaknya itu tak adil. Seharusnya kau dan aku saja sudah cukup Karena kita hanya saling menyakiti bukannya saling memahami. Salam, Amr

Untuk mu,ini pesanku. .

Ditinggal berkali-kali aku sudah biasa. Tanpa pesan pun aku sudah pernah. Kutahu kau lelah, ingin-ku kau sepertiku, tak kenal menyerah. Usahaku kau lihat, kau rasakan. Aku yakin itu. Sekalipun tetap saja kau tinggalkan aku. Tetap saja kau tak peduli denganku. Aku berusaha bertahan, bertahan bersama keadaan yang memaksa, bertahan dengan alunan waktu. Usahaku tak pernah kau gubris, sekalipun aku di dekatmu sikap mu tak akan pernah berubah. Rasamu tak pernah sehangat dulu. Senyum mu tak semanis dulu. Dan canda mu tak semenyenangkan dulu. Tapi aku tetap bertahan. Aku tau kamu bukan tak ingin searah dengan ku, tak mau berjalan denganku. Kamu hanya berjalan menyamping, sedikit menjauh dan akhirnya kita hanya berteman. Biarkan aku berjalan dalam keadaan ini, biarkan aku mengira semua yang terjadi seperti anganku. 5.12 PM

Selalu saja aku.

Itu Aku! Sering berpura-pura agar merasa tak ada apa-apa. Merasa tak ada hal yang mengganjal di dalam hati. Tapi ternyata hati nya tergores. Itu Aku! Yang mendengar kamu menyatakan sudah selesai. Tapi aku tetap mengingatmu. Aku.. Berusaha dan terus mengatakan tak mencintaimu lagi. Tapi terus saja membicarakanmu. Dan aku.. Selalu menggangap semua ini telah selesai. Tapi tetap saja ada air mata. Amn-21.36