"Maafkan aku, kumohon."
"Tolong, kali ini saja."
"Maafkan aku lagi."
"Beri aku kesempatan itu lagi."
"Kali ini saja, aku janji takkan mengulangi kesalahan itu lagi"
Benar, itu kalimat yang selalu ia ucap.
Ia selalu meminta diberikan kesempatan tanpa memberi sebuah janji.
Yang ia katakan hanya ia ingin menjadi seorang pria yang bersamaku ketika ia berproses menjadi laki-laki baik.
Ia pula meminta agar aku kembali meyakinkan hatiku untuk menerimanya, lagi dan lagi.
Namun, aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan datar saja kali ini.
Menatap kesalahan yang sama, yang ia lakukan berulang kali.
Untuk maaf yang terus ia pinta, sampai bosan aku beri.
Untuk setiap kesempatan yang sepertinya memang tidak berguna lagi.
Salam,
Amr.
"Tolong, kali ini saja."
"Maafkan aku lagi."
"Beri aku kesempatan itu lagi."
"Kali ini saja, aku janji takkan mengulangi kesalahan itu lagi"
Benar, itu kalimat yang selalu ia ucap.
Ia selalu meminta diberikan kesempatan tanpa memberi sebuah janji.
Yang ia katakan hanya ia ingin menjadi seorang pria yang bersamaku ketika ia berproses menjadi laki-laki baik.
Ia pula meminta agar aku kembali meyakinkan hatiku untuk menerimanya, lagi dan lagi.
Namun, aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan datar saja kali ini.
Menatap kesalahan yang sama, yang ia lakukan berulang kali.
Untuk maaf yang terus ia pinta, sampai bosan aku beri.
Untuk setiap kesempatan yang sepertinya memang tidak berguna lagi.
Salam,
Amr.
Comments
Post a Comment