Skip to main content

Maafkan aku yang kali ini tidak bisa kembali memaafkanmu.

"Maafkan aku, kumohon."
"Tolong, kali ini saja."
"Maafkan aku lagi."
"Beri aku kesempatan itu lagi."
"Kali ini saja, aku janji takkan mengulangi kesalahan itu lagi"

Benar, itu kalimat yang selalu ia ucap.
Ia selalu meminta diberikan kesempatan tanpa memberi sebuah janji.
Yang ia katakan hanya ia ingin menjadi seorang pria yang bersamaku ketika ia berproses menjadi laki-laki baik.
Ia pula meminta agar aku kembali meyakinkan hatiku untuk menerimanya, lagi dan lagi.

Namun, aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan datar saja kali ini.
Menatap kesalahan yang sama, yang ia lakukan berulang kali.
Untuk maaf yang terus ia pinta, sampai bosan aku beri.
Untuk setiap kesempatan yang sepertinya memang tidak berguna lagi.

Salam,

Amr.

Comments

Popular posts from this blog

Aku kecewa.

Aku kehilangan arti dari kata bersama, Nyatanya itu hanya pemanis agar aku tak berteman sepi. Lantas saat aku membutuhkanmu justru kau tiada. Nampaknya itu tak adil. Seharusnya kau dan aku saja sudah cukup Karena kita hanya saling menyakiti bukannya saling memahami. Salam, Amr

Untuk mu,ini pesanku. .

Ditinggal berkali-kali aku sudah biasa. Tanpa pesan pun aku sudah pernah. Kutahu kau lelah, ingin-ku kau sepertiku, tak kenal menyerah. Usahaku kau lihat, kau rasakan. Aku yakin itu. Sekalipun tetap saja kau tinggalkan aku. Tetap saja kau tak peduli denganku. Aku berusaha bertahan, bertahan bersama keadaan yang memaksa, bertahan dengan alunan waktu. Usahaku tak pernah kau gubris, sekalipun aku di dekatmu sikap mu tak akan pernah berubah. Rasamu tak pernah sehangat dulu. Senyum mu tak semanis dulu. Dan canda mu tak semenyenangkan dulu. Tapi aku tetap bertahan. Aku tau kamu bukan tak ingin searah dengan ku, tak mau berjalan denganku. Kamu hanya berjalan menyamping, sedikit menjauh dan akhirnya kita hanya berteman. Biarkan aku berjalan dalam keadaan ini, biarkan aku mengira semua yang terjadi seperti anganku. 5.12 PM

Selalu saja aku.

Itu Aku! Sering berpura-pura agar merasa tak ada apa-apa. Merasa tak ada hal yang mengganjal di dalam hati. Tapi ternyata hati nya tergores. Itu Aku! Yang mendengar kamu menyatakan sudah selesai. Tapi aku tetap mengingatmu. Aku.. Berusaha dan terus mengatakan tak mencintaimu lagi. Tapi terus saja membicarakanmu. Dan aku.. Selalu menggangap semua ini telah selesai. Tapi tetap saja ada air mata. Amn-21.36