Skip to main content

Kamu (bukan) tujuanku

Aku memiliki teman baru, teman bermain, teman bercanda, teman belajar dan mungkin teman curhat.

Dia lawan jenis ku, awal bertemu dengan dia aku merasa begitu akrab. Seperti teman lama yang bertemu kembali banyak cerita yang kita bicarakan, banyak ocehan yang kita lontarkan. Hari itu aku mengenal nya sebagai seorang yang menyenangkan.

Hari demi hari, seperti biasa dia selalu mengganggu ku dengan kelakuan nya, kelakuan konyol yang membuat aku tersenyum, membuat aku tertawa tapi terkadang membuat aku kesal dan marah. Ya itu lah dia bisa membuat suasana kembali menyenangkan. Tapi entah seminggu setelah nya dia tiba-tiba menjauh. Sampai saat ini aku juga tidak tau apa alasan nya, ingin bertanya tapi tak enak dilihat. Seperti ada rasa kesal tiap dia dekat dengan orang lain. Padahal aku tau dia bukan tujuanku.

Sebulan telah berlalu, ada satu kegiatan dimana aku harus bersama dia setiap hari. Ya setiap hari. Bertemu, bertegur sapa, dan akhirnya aku menjadi bahan kejailan dia setiap hari. Tentu aku marah. Tapi aku senang kita bisa tertawa bersama-sama. Sampai dimana titik akhir nya kita bisa pulang berdua di bawah rintihan hujan. Romantis yaa kaya di FTV?. Ha? Tapi ya begitu lah keadaan nya.Tapi sejak mulai saat itu aku mulai mengerti bagaimana menghadapi sikap dia. 

Dan hari ini dia mengatakan “kamu kenapa? Kamu beda hari ini. Kamu seperti orang yang lebih dewasa dalam menyikapi masalah. Kenapa kamu jadi diam? Kamu menahan emosi? Kamu sakit? Kita ke dokter yu..! Mana kamu yang biasanya? Mana kamu yang manja? (dengan sedikit tetawa)”

Aku senang kamu begitu peduli, kamu memperhatikan aku. Tapi aku merasa sedih karena kamu bukan tujuanku dan mungkin aku juga bukan tujuan mu.

 

 

-AmR 27.11- miP

Comments

Popular posts from this blog

Aku kecewa.

Aku kehilangan arti dari kata bersama, Nyatanya itu hanya pemanis agar aku tak berteman sepi. Lantas saat aku membutuhkanmu justru kau tiada. Nampaknya itu tak adil. Seharusnya kau dan aku saja sudah cukup Karena kita hanya saling menyakiti bukannya saling memahami. Salam, Amr

Untuk mu,ini pesanku. .

Ditinggal berkali-kali aku sudah biasa. Tanpa pesan pun aku sudah pernah. Kutahu kau lelah, ingin-ku kau sepertiku, tak kenal menyerah. Usahaku kau lihat, kau rasakan. Aku yakin itu. Sekalipun tetap saja kau tinggalkan aku. Tetap saja kau tak peduli denganku. Aku berusaha bertahan, bertahan bersama keadaan yang memaksa, bertahan dengan alunan waktu. Usahaku tak pernah kau gubris, sekalipun aku di dekatmu sikap mu tak akan pernah berubah. Rasamu tak pernah sehangat dulu. Senyum mu tak semanis dulu. Dan canda mu tak semenyenangkan dulu. Tapi aku tetap bertahan. Aku tau kamu bukan tak ingin searah dengan ku, tak mau berjalan denganku. Kamu hanya berjalan menyamping, sedikit menjauh dan akhirnya kita hanya berteman. Biarkan aku berjalan dalam keadaan ini, biarkan aku mengira semua yang terjadi seperti anganku. 5.12 PM

Selalu saja aku.

Itu Aku! Sering berpura-pura agar merasa tak ada apa-apa. Merasa tak ada hal yang mengganjal di dalam hati. Tapi ternyata hati nya tergores. Itu Aku! Yang mendengar kamu menyatakan sudah selesai. Tapi aku tetap mengingatmu. Aku.. Berusaha dan terus mengatakan tak mencintaimu lagi. Tapi terus saja membicarakanmu. Dan aku.. Selalu menggangap semua ini telah selesai. Tapi tetap saja ada air mata. Amn-21.36