Skip to main content

Jika tak sungguh, tak perlu singgah.

Ini aku. Cerita tentangku. Bahkan bukan aku sendiri. Tapi aku dan dirimu...
Seperti orang lain yang memulai kisah nya dengan indah dengan seseorang yang dia sayangi, begitu pun aku dengan mu
Kita? ya aku dan kamu berkenalan dengan begitu indah namun begitu singkat. Terlalu singkat bahkan
ya terlalu singkat yang aku rasakan, hingga kita telah memulai membuat komitmen saja. 
Komitmen untuk saling menjaga antara aku dan kamu.
Yang aku rasakan begitu indah,sangaaaatttt indah.
Tapi waktu tak setuju dengan itu, waktu begitu singkat aku rasakan. Hingga aku merasa kamu telah berubah. Entah apa yang membuat kamu berubah awalnya.
Dan akhirnya aku tau apa alasan mu.

Dan aku hanya bisa menjawab " Jika tak sungguh, Tak perlu singgah!"

Comments

Popular posts from this blog

Aku kecewa.

Aku kehilangan arti dari kata bersama, Nyatanya itu hanya pemanis agar aku tak berteman sepi. Lantas saat aku membutuhkanmu justru kau tiada. Nampaknya itu tak adil. Seharusnya kau dan aku saja sudah cukup Karena kita hanya saling menyakiti bukannya saling memahami. Salam, Amr

Untuk mu,ini pesanku. .

Ditinggal berkali-kali aku sudah biasa. Tanpa pesan pun aku sudah pernah. Kutahu kau lelah, ingin-ku kau sepertiku, tak kenal menyerah. Usahaku kau lihat, kau rasakan. Aku yakin itu. Sekalipun tetap saja kau tinggalkan aku. Tetap saja kau tak peduli denganku. Aku berusaha bertahan, bertahan bersama keadaan yang memaksa, bertahan dengan alunan waktu. Usahaku tak pernah kau gubris, sekalipun aku di dekatmu sikap mu tak akan pernah berubah. Rasamu tak pernah sehangat dulu. Senyum mu tak semanis dulu. Dan canda mu tak semenyenangkan dulu. Tapi aku tetap bertahan. Aku tau kamu bukan tak ingin searah dengan ku, tak mau berjalan denganku. Kamu hanya berjalan menyamping, sedikit menjauh dan akhirnya kita hanya berteman. Biarkan aku berjalan dalam keadaan ini, biarkan aku mengira semua yang terjadi seperti anganku. 5.12 PM

Selalu saja aku.

Itu Aku! Sering berpura-pura agar merasa tak ada apa-apa. Merasa tak ada hal yang mengganjal di dalam hati. Tapi ternyata hati nya tergores. Itu Aku! Yang mendengar kamu menyatakan sudah selesai. Tapi aku tetap mengingatmu. Aku.. Berusaha dan terus mengatakan tak mencintaimu lagi. Tapi terus saja membicarakanmu. Dan aku.. Selalu menggangap semua ini telah selesai. Tapi tetap saja ada air mata. Amn-21.36