Skip to main content

in fact: i'm jealous

Dear, Mr. Am
Hai? Apa kabar? Aku baik. Hanya saja hatiku tak baik.
Aku berusaha terlihat biasa. Aku selalu terlihat santai. Ya saat kamu cerita tentang nya. Dia yang selalu kamu banggakan.
Kamu tak ingat? Kita pernah hampir bersama.
Hampir? tepat nya saat kamu dengan tiba-tiba menjauh.
Memang apa salahku?
Aku tak paham dengan sifatmu.
Kadang kamu begitu menyenangkan, kadang juga menjengkelkan. Tapi itu semua membuatku semakin ingin dekat denganmu.
Kamu tau? Aku begitu mengharapkan kita bisa bersama. Walau aku harus melanggar janjiku sendiri untuk tidak suka dengan mu.
Aku selalu terlihat bahagia saat mu dekat dengannya. Ya hanya terlihat, tak dengan hatiku.
Aku yang sering tiba-tiba kesal, cuek, tentu marah. Mungkin kamu pun heran.
Why? jawab ku : Now? you still with her?
In fact I'm jelaous.

Comments

Popular posts from this blog

Aku kecewa.

Aku kehilangan arti dari kata bersama, Nyatanya itu hanya pemanis agar aku tak berteman sepi. Lantas saat aku membutuhkanmu justru kau tiada. Nampaknya itu tak adil. Seharusnya kau dan aku saja sudah cukup Karena kita hanya saling menyakiti bukannya saling memahami. Salam, Amr

Untuk mu,ini pesanku. .

Ditinggal berkali-kali aku sudah biasa. Tanpa pesan pun aku sudah pernah. Kutahu kau lelah, ingin-ku kau sepertiku, tak kenal menyerah. Usahaku kau lihat, kau rasakan. Aku yakin itu. Sekalipun tetap saja kau tinggalkan aku. Tetap saja kau tak peduli denganku. Aku berusaha bertahan, bertahan bersama keadaan yang memaksa, bertahan dengan alunan waktu. Usahaku tak pernah kau gubris, sekalipun aku di dekatmu sikap mu tak akan pernah berubah. Rasamu tak pernah sehangat dulu. Senyum mu tak semanis dulu. Dan canda mu tak semenyenangkan dulu. Tapi aku tetap bertahan. Aku tau kamu bukan tak ingin searah dengan ku, tak mau berjalan denganku. Kamu hanya berjalan menyamping, sedikit menjauh dan akhirnya kita hanya berteman. Biarkan aku berjalan dalam keadaan ini, biarkan aku mengira semua yang terjadi seperti anganku. 5.12 PM

Selalu saja aku.

Itu Aku! Sering berpura-pura agar merasa tak ada apa-apa. Merasa tak ada hal yang mengganjal di dalam hati. Tapi ternyata hati nya tergores. Itu Aku! Yang mendengar kamu menyatakan sudah selesai. Tapi aku tetap mengingatmu. Aku.. Berusaha dan terus mengatakan tak mencintaimu lagi. Tapi terus saja membicarakanmu. Dan aku.. Selalu menggangap semua ini telah selesai. Tapi tetap saja ada air mata. Amn-21.36