Skip to main content

Pergi

Pergi..


Jangan sengaja pergi agar dicari, jangan sengaja lari agar dikejar, berjuang tak sebercanda itu. (Haha:v)
Kalimat sederhana yang sering di pake buat nyindir pasangan atau orang yang lagi PDKT sama mereka.
Kalimat yang mungkin jadul banget, basi dan entahlah itu.
Sama kaya gue, sering banget pake kalimat itu buat nyindir dia. -yap dia yang entah sengaja atau ga pergi dari gue dengan alasan "persahabatan itu lebih baik" . Entahlah tapi yang gue tau dan gue paham, setelah putus jarang banget ada yang jadi sahabat. NIHIL.
Tapi.
Akhirnya gue juga harus pergi, ya pergi ninggalin semua yang masih ada di otak gue. Pergi dan lupain janji yang pernah dia bilang.
Kaget? Oh kayanya ga perlu kaget seperti itu. Karena gue cuma lanjutin apa yang dia lakuin dulu- berjalan sendiri, mendahului dan bahkan berbalik arah.
Hei, sebenernya ada yang pengen gue tanya, tapi entah kapan pertanyaan ini keluar dari mulut gue dan langsung dapet jawaban yang pasti.
Sampai bertemu di suatu tempat dimana gue akan tanya ini semua.

Dear Mr.z

Comments

Popular posts from this blog

Aku kecewa.

Aku kehilangan arti dari kata bersama, Nyatanya itu hanya pemanis agar aku tak berteman sepi. Lantas saat aku membutuhkanmu justru kau tiada. Nampaknya itu tak adil. Seharusnya kau dan aku saja sudah cukup Karena kita hanya saling menyakiti bukannya saling memahami. Salam, Amr

Untuk mu,ini pesanku. .

Ditinggal berkali-kali aku sudah biasa. Tanpa pesan pun aku sudah pernah. Kutahu kau lelah, ingin-ku kau sepertiku, tak kenal menyerah. Usahaku kau lihat, kau rasakan. Aku yakin itu. Sekalipun tetap saja kau tinggalkan aku. Tetap saja kau tak peduli denganku. Aku berusaha bertahan, bertahan bersama keadaan yang memaksa, bertahan dengan alunan waktu. Usahaku tak pernah kau gubris, sekalipun aku di dekatmu sikap mu tak akan pernah berubah. Rasamu tak pernah sehangat dulu. Senyum mu tak semanis dulu. Dan canda mu tak semenyenangkan dulu. Tapi aku tetap bertahan. Aku tau kamu bukan tak ingin searah dengan ku, tak mau berjalan denganku. Kamu hanya berjalan menyamping, sedikit menjauh dan akhirnya kita hanya berteman. Biarkan aku berjalan dalam keadaan ini, biarkan aku mengira semua yang terjadi seperti anganku. 5.12 PM

Selalu saja aku.

Itu Aku! Sering berpura-pura agar merasa tak ada apa-apa. Merasa tak ada hal yang mengganjal di dalam hati. Tapi ternyata hati nya tergores. Itu Aku! Yang mendengar kamu menyatakan sudah selesai. Tapi aku tetap mengingatmu. Aku.. Berusaha dan terus mengatakan tak mencintaimu lagi. Tapi terus saja membicarakanmu. Dan aku.. Selalu menggangap semua ini telah selesai. Tapi tetap saja ada air mata. Amn-21.36