Skip to main content
My Love Story

Rasa rindu seringkali menyerang, mengganggu konsentrasiku. Terkadang aku ingin menghubungimu namun selalu saja kuurungkan niat itu. Semakin kusimpan rasa ini dalam sapaku, semakin sesak terasa. Entah dimana kau sekarang berada, aku hanya mampu menyentuhmu dengan hatiku.
Saat itu, Ya saat yang begitu indah bagiku. Aku mengenal seorang pria yang membuatku merasakan cinta yang begitu indah, cinta yang menghiasi siang dan malamku. Cinta yang membuatku mabuk kepayang. Cinta yang begitu sulit ku lukiskan. Saat itu, dia laksana pangeran hati yang tercipta untukku. Seorang pangeran yang kan menemani hidupku bak cerita dongeng. Pangeran yang telah meluluhkan hatiku.
Cerita ini berawal ketika tiga tahun yang lalu ketika aku masuk sekolah itu. Merasa kagum? Ya pasti, dia yang selalu membuat hati ini bahagia dan tertawa.
Aku mengikuti organisasi disekolah begitu juga dia. Hari itu aku bertemu dan dia bisa membuat hari itu semakin cerah oleh senyuman dia.
Setelah beberapa bulan berjalan dalam kegiatan organisasi itu. Dia mulai merespon obrolan ku, karena sebelumnya hanya senyuman yang ia berikan. Selama rapat atau kegiatan berlangsung pasti ada saja yang kita obrolkan. Serasa dunia milik berdua seperti syair lagu,
Tak terasa waktu terus berjalan hingga kita semakin dekat.
Saat itu, dia memintaku untuk bisa mengenal lebih dekat lagi, tentu senang hati ini dialah yang selama ini ku kagumi.
Hariku semakin indah mulai saat itu, mungkinkah ini hanya mimpi? Apa aku hanya ada dalam lamunanku? Ternyata tidak,dia yang selama ini aku kagumi benar ada didekatku
Tapi aku merasa aneh saat itu, sikap nya yang mulai berubah padaku membuat ragu,entah apa yang selama ini ku lakukan,bahkan aku seperti perempuan gila menanyakan semua tentangnya.
Entah mengapa semua itu tertutup oleh perasaanku selama ini,aku merasa semuanya baik-baik saja. Hubungan itu terus berjalan,tapi rasanya dia mulai berubah. Apa aku baru menyadari ini semua? Hingga akhirnya hampir 8 bulan kita bersama. Tapi akhirnya aku merasa ini tak sesuai dengan apa yang dibayangkan. Dia meminta untuk selesai.
Aku tak mengerti apa yang dia pikirkan saat itu, hati ini terasa sakit. Apa yang harus ku lakukan? Hanya jawaban itu yang ku balas. Aku tahu ini tak adil, begitu saja dia tinggalkan. Tapi apa aku diam saja?. Bahkan aku seperti orang gila tanpanya, sampai aku merasakan air mata keluar dari mata ku. Sejak kapan air mata ini keluar? Apa aku gila? Pikiran ku kacau,sedih bahkan yang hanya terbesit dipikiranku hanya kamu kamu dan kamu.
Esok hari aku coba hubungi dia,tapi nihil hasilnya. Dia benar-benar sudah lupa. Hati ku terasa lebih sakit saat mendengar namanya, dia yang selama ini telah membuatku bahagia kini hilang. Aku mencoba bertahan dalam kesakitan, mencoba melupakan tapi tak bisa.
Aku mencoba bertahan dalam situasi ini,tapi dia tetap tak merespon. Setelah lama ku coba dan terus ku coba untuk melupakannya,itu semua percuma. Itu hanya membuat aku semakin kagum dan lebih dari itu. Aku tahu ini tidak mungkin terus terjadi tapi ini semua terhalang saat kita terus bertemu.
Mulai saat itu aku mencoba membuka hati untuk orang lain dan mulai mencoba melupakanmu ,tapi yang terus aku pikirkan adalah aku takut kamu tahu dan sakit hati. Aku semakin bingung disisi lain aku masih menyimpan perasaan tapi di sisi lain aku juga tahu ini semua sia-sia saja. Sampai saat itu ada seorang lelaki yang menyatakan perasaannya padaku dan hampir saja aku menerima. Tapi untungnya ada seseorang yang mengingatkanku bahwa rasa sayang bukan karena nafsu. Aku tahu semua akan percuma karena aku masih memikirkan kamu disana.
Waktu terus berjalan tapi masih saja aku memikirkan kamu, isi otak ku berasa itu kamu. Aku masih mencari semua nya tentangmu dan seseorang memberi tahu ku, kamu masih care padaku tapi kamu enggan berbicara dan membiarkan rasa itu tersimpan. Mendengar kalimat itu aku semakin kesal padamu, kenapa ada laki-laki seperti kamu? Tapi aku sedikit tenang ternyata penantianku terbalas walau hanya ucapan.
 Semuanya mengalir begitu saja “Let it Flow” dan aku berhasil melewati fase ini dengan waktu lumayan lama yaitu 1 tahun.
Tapi kau masih terbayang di otak ku. Lama menunggu dan akhirnya kau muncul kembali di hidupku. Bagai pemain sulap kau datang pergi begitu saja. Tapi aku takut kau akan pergi lagi akhirnya, lalu kenapa tidak memberinya kesepatan kedua?.
Singkat cerita kau dan aku menjadi kita kembali, baru saja aku merasa senang kembali tapi lagi-lagi kau mengulangi kesalahan dulu. Kamu masih seperti dulu, kamu tak bisa merubah sifat cuek mu itu. Ya aku paham,walau kita bersama lagi tapi aku masih merasa sendiri. Semua mengalir begitu saja. Kita berhasil melewati waktu 1 tahun. Tapi semua itu membuat kita semakin menjauh. Sampai akhirnya kita berpisah kembali. Bagai daun diterpa angin, bagai debu tersapu bersih, kamu langsung menghilang tanpa kabar. Dan yang kamu katakan hanyalah “persahabatan itu lebih baik”.
Lagi-lagi aku terus menunggu mu, aku terus memikirkan kamu. Tapi ya kamu tetap dengan pendirian kamu. Kamu cuek,kamu flat, kamu egois. Aku coba hubungi kamu saat kamu bertambah usia. Tapi ya kamu seperti itu, kamu diam tak berkutik.
Sampai sekarang aku terus menunggu kamu. Kita sering bertemu tapi seperti tak saling kenal. Tak sadarkah kau, bahwa aku rindu kamu? Atau jangan-jangan kau hanya tak peduli bahwa aku merindukanmu? Walau begitu aku tetap merindukanmu.
Anna.. itu namaku. Perempuan yang selalu menanti, suatu saat Dia yang kukenal dapat mengerti betapa aku merindukannya dan mencintainya. Walau mungkin saat ini dia tidak begitu menghargai waktu dan perasaanku. Namun aku akan terus mencintainya, dalam segala ketidakpeduliannya. Saat mencintai, kita memang harus siap terluka. Karena cinta memang tidak selalu manis, terkadang juga miris.

Comments

Popular posts from this blog

Aku kecewa.

Aku kehilangan arti dari kata bersama, Nyatanya itu hanya pemanis agar aku tak berteman sepi. Lantas saat aku membutuhkanmu justru kau tiada. Nampaknya itu tak adil. Seharusnya kau dan aku saja sudah cukup Karena kita hanya saling menyakiti bukannya saling memahami. Salam, Amr

Untuk mu,ini pesanku. .

Ditinggal berkali-kali aku sudah biasa. Tanpa pesan pun aku sudah pernah. Kutahu kau lelah, ingin-ku kau sepertiku, tak kenal menyerah. Usahaku kau lihat, kau rasakan. Aku yakin itu. Sekalipun tetap saja kau tinggalkan aku. Tetap saja kau tak peduli denganku. Aku berusaha bertahan, bertahan bersama keadaan yang memaksa, bertahan dengan alunan waktu. Usahaku tak pernah kau gubris, sekalipun aku di dekatmu sikap mu tak akan pernah berubah. Rasamu tak pernah sehangat dulu. Senyum mu tak semanis dulu. Dan canda mu tak semenyenangkan dulu. Tapi aku tetap bertahan. Aku tau kamu bukan tak ingin searah dengan ku, tak mau berjalan denganku. Kamu hanya berjalan menyamping, sedikit menjauh dan akhirnya kita hanya berteman. Biarkan aku berjalan dalam keadaan ini, biarkan aku mengira semua yang terjadi seperti anganku. 5.12 PM

Selalu saja aku.

Itu Aku! Sering berpura-pura agar merasa tak ada apa-apa. Merasa tak ada hal yang mengganjal di dalam hati. Tapi ternyata hati nya tergores. Itu Aku! Yang mendengar kamu menyatakan sudah selesai. Tapi aku tetap mengingatmu. Aku.. Berusaha dan terus mengatakan tak mencintaimu lagi. Tapi terus saja membicarakanmu. Dan aku.. Selalu menggangap semua ini telah selesai. Tapi tetap saja ada air mata. Amn-21.36