CINTA TAK SEMESTINYA
Teng.. teng.. teng.. bel berbunyi tanda masuk sekolah..
Hari pertama dimana aku akan menuntut ilmu di sekolah baru ku, tapi sayangnya aku terlambat dan segera bergegas masuk gerbang sekolah..
Aku berlari sampai2 aku berlari dengan menunduk,* gubraaakkk* aku menabrak kakak kelasku, ahh memelukan sekali hari pertama sudah ada kejadian tak enak..
“Maaf saya tidak sengaja,saya berlari juga tak memperhatikan jalan”ujarku cepat sambil memberskan buku
“tak apa2 dek,kamu ga salah ko. Wajar saja kamu murid baru yaa?”dia membalas. Senang nya hati ini tiba2 kata saya berubah jadi kamu
“Iya ka,*mencoba mengangkat wajah yg tadi menunduk* “oh subhanallah,begitu sempurnanya akhwan ini,hatiku bergetar” gumamku,
“kamu gapapa kan?” dia bertanya
“Oh, iya ka gapapa. Sekali lagi maaf ya ka” jawabku dengan penuh senyum.
Lagi2 dia membuat hatiku bergetar dengan membalas senyumku, senyumannya yang manis membuat ku tertegun melihatnya
“aku duluan yaa”ujar dia.
Aku diam sejenak memikirkan afwan tadi,subhanallah begitu sempurna ciptaan-Mu yang Rabb. Akhirnya aku ingat jam pelajaran udah mulai, ku berlari kembali menuju kelas baruku.
Namaku Nasya, aku kelas X di SMA 5 kota baru. Aku memakai kacamata yang membuat orang-orang terus mengejekku, padahal apa yang salah dengan kacamata ini, kadang mereka melihatku seperti orang aneh apa karena aku memakai jilbab lantas salah pula aku memakainya. Sebenarnya sekolah baruku ini bukan sekolah agama atau pesantren *mana ada pesantren akhwan dan ikhwan disatukan* lagi pula ada juga yang tidak memakai jilbab.
Alhamdulillah akhirnya aku sampai juga, untunglah guru baruku belum datang mungkin masih sibuk :-D, tapi aku duduk dimana?. Setelah melihat kanan dan kiri, syukurlah masih ada kursi kosong bergegas aku duduk dengan seorang ikhwan yang alhamdulillah memakai jilbab pula. Lama sekali guruku ini sampai membuat kelas bagaikan pasar.
“Hei,boleh kita kenalan?”tanyanya dengan ramah
“tentu saja, aku Nasya” jawabku dengan penuh senyum
“Oke, namaku Intan. Salam kenal ya Nasya”jawabnya dengan penuh senyuman pula.
“Lama banget ya Sya gurunya ga masuk2”
“Iya nih” jujur aku orang yang pemalu.
Setelah lama kita membuat obrolan, mungkin kalo bikin novel juga bisa *Huaa*, baru kali ini aku bisa langsung akrab dengan teman baru. Guru pun akhirnya datang. Mungkin karena hari pertama sekolah jadi Cuma perkenalan-perkenalan saja. Tak terasa bel tanda istirahat berbunyi *teng..teng..teng..*. karena bosan di kelas melulu akhirnya aku keliling sekolah baruku itu. Sekolah yang aku impikan selama ini, sekolah yang luas dan fasilitasnya yang lengkap.
Aku berhenti di depan ruangan yang sangat aku suka, Perpustakaan. Aku lihat jam yang melekat di tanganku,
“wah..masih lama istirahatnya,masuk dulu aahh”. kataku
Ruangan yang bagus,lengkap tapi sayangnya sepi sekali. Cuma segelintir orang saja yang ada didalamnya. Aku keliling2 mencari buku kumpulan puisi, tak sengaja melihat seorang akhwan yang sedang membaca buku pula. Ternyata dia.. ya dia yang tadi pagi tak sengaja ku tabrak yang sedang membaca buku sajak itu. Bagaimana ini.. Ketika aku berbalik badan,dia melihatnyaku dan menghampiriku.
“Hei..” sapa dia
“Iya kak, ada apa ya?”
“engga,kamu yang tadi pagi yaa”
“Iya ka, kenapa?”
“nama kamu Nasya ya?” dengan penuh senyum dia bertanya,
“da..dari mana kaka tau?” tanya penasaran
“dari buku kamu yang kebawa sama aku”di menjawab dengan nada tertawa kecil.
“buku? Buku apaan ka?”
“buku ini,dari pagi aku bawa, soalnya yakin pasti ketemu lagi. Nih aku kembaliin, takutnya penting” dia tersenyum sambil pegang buku.
“Oh,Iya ka makasih, duluan ka”
“Sya, ga baca buku dulu?, maaf tadi pagi aku baca buku kamu, ternyata kita sama2 suka buku puisi khalil gibran”
“makasih ka, lain kali aja. Aku buru2” bergegas aku keluar dari perpustakaan, yang tadi niatnya mau baca buku jadi ga kesampean. Lebih parah lagi dia udah baca buku rahasia ini, tapi aku gatau nama dia.
Aku ga terlalu peduli sama dia. Seperti biasa aku ikut pelajaran dengan serius. Dan bel pulang berbunyi.. teng..teng.. teng.. Bergegas aku pulang, dan menulis kembali di buku rahasia ini.
Hari demi hari aku lewati dengan teman2 baru yang sangat luar biasa. Bagaimana biasa saja, mau masuk sekolah ini susahnya minta ampun. Kita harus lulus tes tulis dan tes kesehatan dan yang lebih wow lagi pesertanya yang bejibun banyak.
Sampai suatu hari, alhamdulillah aku terpilih menjadi pengurus MPK *bukan MPR haha*. Biasanya orang yang udah kebagi dua pikirannya antara belajar sama organisasi itu bikin ga fokus. Kurang bisa memanaje waktu. Biasalah anak organisasi itu suka dipintain nomer hp buat ngasih tau info dan ga jarang ada yang modus hehe
Suatu malam,ketika aku sibuk mempersiapkan otakku untuk ulangan besok.. ada saja pengganggu. Handphone ku berbunyi,
dett..dett..dett suara getar dari handphone ku.
“siapa juga yg sms malem2 gini, apa sms dari dia?”
mungkin cuma aku yang bersikap cuek sma dia,mungkin juga cuma aku yang gatau nama dia. Percakapan sms
“Hei,masih inget sama orang yang pagi2 kamu tabrak”
“mungkin lebih baik ucapin salam dulu” jawabku ketus.
“Assalamualikum ade yang pendiam”
“Waalaikumussalam, ada apa ya ka?. Maaf Nasya lagi belajar buat besok”
“Maaf de,tapi boleh kan kaka bentar doang ko”
“Iya ka ada apa?. Maaf sebelumnya aku juga belum tau nama kaka”
“apa? Haha”
“apa maksudnya? Apa gra2 kaka populer di sekolah, di kagumi sama anak2 satu sekolahan. trus cuma sya aja gitu yang gatau. Itu mksd dari ketawa kaka?”. Jahat banget ya balesan aku. Bikin ga enak tapi ga apa2 lah biar bisa fokus ke belajar lagi..
2 menit..
5 menit..
10 menit.. Alhamdulillah ga ada suara yang ganggu lagi.
Dett..dett..dett.. suara handphone bunyi kembali.
“Maaf de bukan itu maksudnya, kaka juga ga ngerasa kaka itu populer disekolah”
“terus apa?”
“udah sih de, jangan ketus gitu jawabannya, Oh Iya, nama kaka Irsyam”
“terus kenapa? Penting gitu?”. Obrolan via sms berlanjut sampai2 jawaban Sya ga ketus lagi..
Berbulan-bulan situasi itu berlanjut. Hingga suatu malam handphone sya berbunyi lagi..
Dett..dett..dett..
“Assalamualaikum ”
“Waalaikumussalam”
“Sya boleh nnti malem kaka telpon kamu?”
“Maaf ka, sya lagi siapin buat test besok, tidur juga jam 10an” sambil berhrap jawabannya ga bisa telpon malem ternyataa..
“Iya gapapa sya, nnti malem kaka telpon”.
Haduh gawat.. waktu terus berjalan. Tik tok tik tok detik terus berganti.
Tepat jam 10 malam,ketika sya selesai belajar dan siap tidur. Handphone Sya berdering..
Now you want me one more time,
Do thing you are.
Sya berharap handphone itu akan mati dan ka Irsyam ga jadi telpon..
Seketika handphone itu mati, dett..dett beganti dengan suara getar. Sms dari ka irsyam
“Assalamualaikum Sya, mungkin kamu udah tidur. Kaka cuma pengen kamu tau, selama ini kaka kagum sma kamu. Mulai dari kita ketemu di pagi hari itu sampe saat ini. Maaf juga kaka selama ini pernah liat kamu diem2”
“Waalaikumussalam, maksud kaka apa? Sya ga ngerti, kenapa kaka lakuin itu?”
“jujur sya, boleh kaka jadi seseorang yang spesial dihati kamu selain keluarga dan saudara2mu sya?”
“Astaghfirullah kak, kenapa kaka smpe punya perasaan itu sama Sya?”
“Maaf sya, mungkin ini terlalu cepet buat kita tapi itu bener sya, kaka ga bohong. Kaka suka sama sikap kamu yang ga terlalu open buat akhwan di luar sana”
“Maafin Sya ka, sya ga bisa kalo harus resmi berhubungan, sya cuma mau jadi ade kaka aja. Sya belum bisa..”
“Oh, Iya sya gapapa, kaka ngerti sama jawaban kamu”
“Makasih ka, kaka gapapa kan?”
“ga gapapa. Assalamualaikum”
“Waalaikumussalam”
Hati sya sebenernya ga tenang. Mana ada orang yang hatinya gapapa walaupun dia bialng gapapa. Sya pikir dalam islam ga ada yang sprti itu.
Setelah kejadian itu, Irsyam melanjutkan sekolah ke jogyakarta dan Sya tetap sekolah di SMA 5 kota baru. END
Dimohon kritiknya ya.. thanks
Salam manis..
Comments
Post a Comment